Pernah melihat Iklan suatu brand bilang A, konten media sosial bilang B?
Pesan yang terasa tidak konsisten akan membuat konsumen menjadi kebingungan dengan pesan utama yang ingin disampaikan. Di sinilah marketing communications berperan.
Marketing communications merupakan pendekatan yang membantu bisnis menyampaikan pesan secara konsisten lewat berbagai media, sehingga pelanggan dapat mengenal dan mempercayai brand dengan lebih cepat.
Artikel ini membahas pengertian marketing communications secara fungsinya bagi bisnis, elemen elemen yang membentuknya, hingga strategi praktis yang bisa langsung diterapkan oleh brand lokal maupun UMKM di Indonesia.
Pengertian Marketing Communications
Marketing communications adalah rangkaian aktivitas komunikasi yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan informasi, nilai, dan citra produk atau jasa kepada target audiens, dengan tujuan memengaruhi persepsi dan mendorong keputusan pembelian. Berbeda dengan komunikasi biasa yang sifatnya umum, marketing communications selalu punya tujuan bisnis yang jelas, mulai dari memperkenalkan produk baru, positioning brand, sampai mendorong loyalitas konsumen.
Aktivitas ini mencakup banyak saluran sekaligus, seperti Iklan televisi, konten Instagram, siaran pers, promo di toko, email marketing, hingga interaksi customer service. Semuanya termasuk bagian dari marketing communications, selama pesan yang disampaikan mendukung tujuan pemasaran.
Definisi Marketing Communications Menurut Ahli
Philip Kotler, salah satu tokoh pemasaran yang banyak dirujuk, mendefinisikan marketing communications sebagai sarana yang digunakan perusahaan untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen tentang produk dan brand yang dijual, baik secara langsung maupun tidak langsung. Definisi ini menekankan tiga fungsi utama, yaitu menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan.
Sementara itu, sejumlah akademisi pemasaran menambahkan bahwa marketing communications modern tidak lagi berjalan satu arah dari perusahaan ke konsumen. Konsumen kini ikut berpartisipasi lewat ulasan, komentar, dan konten yang mereka buat sendiri di media sosial. Karena itu marketing communications masa kini lebih tepat dipahami sebagai percakapan dua arah antara brand dan audiensnya, bukan sekadar penyampaian pesan searah.
Perbedaan Marketing Communications dengan Marketing Biasa
Marketing secara umum mencakup seluruh proses menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang bernilai, mulai dari riset pasar, penentuan harga, distribusi, sampai promosi. Marketing communications adalah salah satu bagian dari proses itu, tepatnya bagian yang berfokus pada bagaimana pesan disampaikan kepada pasar.
Sebagai gambaran sederhana, saat sebuah brand kopi menentukan harga produk dan memilih lokasi gerai, itu masuk ranah marketing. Namun saat brand tersebut membuat konten media sosial, memasang iklan, dan menyusun narasi produk, itu sudah masuk ranah marketing communications. dengan kata lain, marketing communications adalah eksekusi komunikasi dari strategi pemasaran.
Fungsi dan Tujuan Marketing Communications
Marketing communications tidak sebatas membuat orang tahu produk apa yang dijual. Berikut fungsi utamanya bagi bisnis.
Membangun Brand Awareness
Fungsi paling mendasar dari marketing communications adalah memperkenalkan brand kepada audiens yang belum mengenalnya. Lewat kombinasi iklan, konten, dan publikasi yang konsisten, brand perlahan muncul di benak konsumen setiap kali mereka membutuhkan produk sejenis. Semakin sering pesan muncul secara konsisten, semakin kuat pula posisi brand dibandingkan kompetitor.
Meningkatkan Customer Engagement
Marketing communications saat ini tidak berhenti hanya pada menyampaikan pesan terkait produknya, tetapi juga membangun interaksi. Konten yang mengundang komentar, sesi tanya jawab di media sosial, atau program loyalitas yang melibatkan konsumen membuat audiens merasa lebih dekat dengan brand. Keterlibatan semacam ini dapat meningkatkan rasa percaya dan kedekatan emosional pelanggan terhadap produk.
Mendorong Konversi dan Penjualan
Pada akhirnya, seluruh aktivitas marketing communications bermuara pada satu tujuan bisnis, yaitu mendorong penjualan. Promosi yang tepat sasaran, call to action yang jelas di setiap materi komunikasi, dan penyampaian keunggulan produk yang meyakinkan akan mempercepat calon pelanggan mengambil keputusan membeli.
Elemen Marketing Communications Mix
Marketing communications mix adalah kombinasi berbagai alat komunikasi yang digunakan bersamaan agar pesan pemasaran sampai secara efektif kepada target audiens. Berikut elemen elemen utamanya.
Advertising (Iklan)
Advertising adalah bentuk komunikasi berbayar yang disampaikan lewat media seperti televisi, media sosial, mesin pencari, atau media cetak. Kelebihan iklan terletak pada jangkauannya yang luas dan bisa dikontrol sepenuhnya oleh brand, mulai dari pesan, waktu tayang, hingga target audiens.
Public Relations (PR)
Public relations berfokus pada membangun hubungan baik dengan media, komunitas, dan publik secara umum untuk menjaga reputasi brand. Aktivitas ini mencakup siaran pers, kerja sama dengan media, hingga penanganan krisis komunikasi ketika terjadi isu negatif terhadap perusahaan.
Sales Promotion
Sales promotion adalah insentif jangka pendek yang mendorong konsumen segera melakukan pembelian, misalnya diskon, cashback, bundling produk, atau program beli satu gratis satu. Elemen ini efektif untuk mempercepat keputusan pembelian, terutama saat peluncuran produk baru atau momen tertentu seperti hari besar.
Direct Marketing
Direct marketing adalah komunikasi langsung kepada konsumen tanpa perantara media massa, contohnya email marketing, pesan WhatsApp promosi, atau SMS blast. Pendekatan ini memungkinkan brand menyampaikan pesan yang lebih personal sesuai profil dan riwayat pembelian pelanggan.
Personal Selling
Personal selling melibatkan interaksi langsung antara penjual dan calon konsumen, baik secara tatap muka maupun lewat telepon. Elemen ini sangat berperan pada produk dengan nilai tinggi atau proses pembelian yang kompleks, seperti properti, asuransi, atau produk business to business.
Digital Marketing Communications
Digital marketing communications mencakup seluruh aktivitas komunikasi pemasaran yang berlangsung di kanal digital, mulai dari media sosial, search engine optimization, content marketing, hingga kolaborasi dengan content creator. Di Indonesia, elemen ini menjadi semakin dominan karena tingginya penetrasi internet dan waktu masyarakat yang banyak dihabiskan di platform digital.
Integrated Marketing Communications (IMC) Strategi Terpadu
Apa Itu IMC?
Integrated marketing communications atau IMC adalah pendekatan yang menyatukan seluruh elemen marketing communications mix agar menyampaikan pesan yang konsisten dan saling menguatkan di semua titik interaksi dengan pelanggan. Alih alih menjalankan iklan, media sosial, dan promosi secara terpisah, IMC memastikan ketiganya membawa cerita brand yang sama.
Manfaat Pendekatan Terpadu untuk Bisnis
Pendekatan terpadu membuat pesan brand lebih mudah diingat karena audiens menerima informasi yang konsisten dari berbagai arah. IMC juga membantu penggunaan anggaran pemasaran menjadi lebih efisien, sebab setiap kanal saling mendukung alih alih tumpang tindih. Selain itu, konsistensi pesan mempercepat proses membangun kepercayaan, karena pelanggan tidak menerima informasi yang bertentangan dari satu kanal ke kanal lain.
Contoh Penerapan IMC di Indonesia
Sejumlah brand lokal sudah menerapkan IMC dengan cukup matang. Salah satu contohnya adalah brand kosmetik Wardah, yang membangun narasi kecantikan secara konsisten mulai dari iklan televisi, konten media sosial, kolaborasi dengan public figure, hingga kemasan produk. Pesan yang sama ini membuat Wardah dikenal luas sebagai pelopor kosmetik halal di Indonesia, bukan sekadar salah satu merek kecantikan biasa.
Contoh lain datang dari layanan on demand Gojek, yang memadukan iklan, kampanye sosial, program loyalitas GoPoints, hingga kolaborasi dengan mitra usaha kecil dalam satu narasi besar tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Konsistensi pesan ini membantu Gojek membangun citra sebagai platform yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, jauh melampaui sekadar aplikasi transportasi.
Tugas dan Jobdesk Marketing Communications
Peran Marketing Communications Specialist
Marketing communications specialist bertanggung jawab merancang dan mengeksekusi strategi komunikasi pemasaran perusahaan. Tugas hariannya meliputi menyusun konten dan materi promosi, mengelola kampanye iklan, berkoordinasi dengan tim kreatif dan media, memantau performa kampanye, serta menjaga konsistensi pesan brand di seluruh kanal komunikasi.
Di perusahaan dengan skala lebih besar, peran ini biasanya terbagi lagi menjadi spesialisasi seperti content specialist, PR specialist, atau digital marketing communication specialist, tergantung fokus kanal yang ditangani.
Skill yang Dibutuhkan
Beberapa kemampuan yang umumnya dibutuhkan untuk berkarier di bidang marketing communications meliputi kemampuan menulis dan bercerita yang kuat, pemahaman dasar riset pasar dan perilaku konsumen, keterampilan mengelola media sosial dan platform digital, kemampuan berkoordinasi dengan berbagai tim, serta kemampuan membaca data performa kampanye untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi yang dijalankan.
Gaji Marketing Communications di Indonesia
Besaran gaji marketing communications di Indonesia bervariasi tergantung jenjang karier, skala perusahaan, dan kota tempat bekerja. Posisi entry level biasanya berada di kisaran gaji upah minimum kota hingga sedikit di atasnya, sementara posisi supervisor atau manager dengan pengalaman beberapa tahun umumnya menerima gaji jauh lebih tinggi, apalagi jika bekerja di perusahaan multinasional atau kota besar seperti Jakarta. Selain gaji pokok, banyak perusahaan juga menawarkan tunjangan kinerja berdasarkan pencapaian target kampanye.
Strategi Marketing Communications Efektif untuk Bisnis Lokal
Kenali Target Audience
Strategi marketing communications yang efektif selalu dimulai dari pemahaman mendalam tentang siapa target audiens, apa kebutuhan mereka, dan di mana mereka biasa mencari informasi. UMKM sering kali langsung membuat konten atau iklan tanpa riset audiens terlebih dahulu, sehingga pesan yang disampaikan kurang tepat sasaran dan anggaran promosi terbuang percuma.
Pilih Channel yang Tepat (Online & Offline)
Tidak semua bisnis membutuhkan seluruh elemen marketing communications mix sekaligus. Bisnis dengan target audiens generasi muda mungkin lebih efektif fokus pada media sosial dan kolaborasi dengan content creator, sementara bisnis dengan target pelanggan korporat mungkin lebih membutuhkan personal selling dan hubungan media. Memilih channel sesuai karakter audiens jauh lebih efisien dibanding mencoba hadir di semua platform sekaligus.
Konsistensi Brand Message
Pesan brand perlu dijaga konsisten di seluruh materi komunikasi, mulai dari tone bahasa, visual, hingga janji yang disampaikan ke pelanggan. Konsistensi ini yang membuat audiens mudah mengenali brand meski melihatnya dari kanal yang berbeda beda, dan menjadi fondasi utama dari pendekatan integrated marketing communication yang sudah dibahas sebelumnya.
Ukur dan Evaluasi Performa
Setiap aktivitas marketing communication perlu diukur hasilnya, baik dari sisi jangkauan, engagement, maupun kontribusinya terhadap penjualan. Evaluasi rutin membantu bisnis mengetahui strategi mana yang berjalan efektif dan mana yang perlu disesuaikan, sehingga anggaran pemasaran bisa dialokasikan pada aktivitas yang benar benar memberi hasil.
Case Study Brand Indonesia yang Sukses dengan Marketing Communications
Wardah, Konsistensi Narasi Kecantikan Halal
Wardah membangun posisinya sebagai pelopor kosmetik halal lewat komunikasi yang konsisten di berbagai kanal selama bertahun tahun. Mulai dari iklan yang menonjolkan nilai kecantikan islami, kolaborasi dengan public figure yang sejalan dengan citra brand, hingga konten edukasi seputar produk halal di media sosial. Konsistensi pesan inilah yang membuat Wardah lebih mudah diingat dibanding sekadar bersaing lewat harga atau diskon semata.
Gojek, Merangkai Cerita Pemberdayaan Ekonomi
Gojek menggabungkan berbagai elemen marketing communications mix, mulai dari iklan, kampanye sosial, hingga program loyalitas, dalam satu narasi besar seputar pemberdayaan mitra dan pelaku usaha kecil. Alih alih hanya mempromosikan fitur aplikasi, Gojek secara konsisten mengangkat kisah nyata mitra pengemudi dan pedagang yang terbantu lewat platformnya, sehingga brand terasa lebih dekat dan relevan dengan keseharian masyarakat Indonesia.
Kedua contoh ini menunjukkan bahwa marketing communications yang efektif tidak selalu membutuhkan anggaran besar, tetapi membutuhkan kejelasan narasi dan konsistensi dalam menyampaikannya di setiap kanal.
Kesalahan Umum dalam Marketing Communications dan Cara Menghindarinya
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah pesan yang tidak konsisten antar kanal, misalnya promosi di media sosial berbeda dengan yang dijanjikan tim sales. Kesalahan ini bisa dihindari dengan membuat panduan brand message yang jelas dan dibagikan ke seluruh tim yang berhubungan dengan pelanggan.
Kesalahan lain adalah terlalu fokus pada penjualan tanpa membangun hubungan jangka panjang dengan audiens. Komunikasi yang hanya berisi promosi terus menerus cenderung membuat audiens jenuh dan berhenti mengikuti akun brand. Menyeimbangkan konten promosi dengan konten yang memberi nilai, seperti edukasi atau hiburan, membantu menjaga engagement tetap sehat.
Banyak bisnis juga jarang mengevaluasi hasil kampanye secara rutin, sehingga strategi yang sebenarnya kurang efektif terus dijalankan tanpa perbaikan. Membiasakan diri meninjau data performa secara berkala akan membantu bisnis mengambil keputusan komunikasi yang lebih tepat ke depannya.
FAQ Pertanyaan Seputar Marketing Communications
Apa perbedaan marketing communications dan advertising?
Advertising adalah salah satu elemen dari marketing communications, bukan keseluruhan konsepnya. Marketing communications mencakup advertising sekaligus elemen lain seperti public relations, sales promotion, direct marketing, personal selling, dan digital marketing communications yang bekerja bersama untuk menyampaikan pesan brand secara menyeluruh.
Berapa biaya jasa marketing communications agency?
Biaya jasa agency marketing communications sangat bervariasi tergantung cakupan pekerjaan, mulai dari pembuatan strategi, produksi konten, hingga pengelolaan kampanye iklan berbayar. Bisnis sebaiknya berkonsultasi langsung dengan agency untuk mendapatkan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, karena setiap proyek biasanya memiliki cakupan kerja yang berbeda.
Bagaimana cara memulai karir di marketing communications?
Karir di bidang marketing communications bisa dimulai dengan mengasah kemampuan menulis, mengelola media sosial, dan memahami dasar dasar strategi pemasaran. Pengalaman magang di agency atau divisi marketing perusahaan, ditambah portofolio proyek pribadi seperti mengelola akun media sosial atau membuat konten, akan sangat membantu saat melamar posisi entry level di bidang ini.
Kesimpulan Marketing Communications sebagai Investasi Bisnis Jangka Panjang
Marketing communications adalah fondasi yang menentukan bagaimana sebuah brand dikenal, dipercaya, dan diingat oleh pelanggannya. Lebih dari sekadar membuat iklan atau konten media sosial, marketing communication yang efektif membutuhkan strategi yang menyatukan berbagai elemen komunikasi ke dalam satu pesan yang konsisten, seperti yang ditunjukkan brand brand lokal lewat pendekatan integrated marketing communication.
Bagi bisnis di Indonesia, terutama UMKM dan brand yang baru berkembang, investasi waktu untuk menyusun strategi marketing communications yang matang akan memberi hasil yang jauh lebih berkelanjutan dibanding sekadar mengandalkan promosi sesaat. Jika bisnis Anda membutuhkan pendampingan untuk menyusun strategi marketing communications yang tepat sasaran, tim Markathing siap diajak berdiskusi untuk merancang strategi komunikasi pemasaran yang sesuai dengan karakter bisnis Anda.

