
Reputasi perusahaan dibangun melalui cara perusahaan berkomunikasi dengan karyawan, media, pelanggan, hingga pemerintah Ketika komunikasi dikelola dengan baik, publik cenderung percaya pada perusahaan bahkan saat menghadapi situasi sulit. Sebaliknya, perusahaan yang abai terhadap komunikasi publik sering kali kewalahan begitu muncul isu negatif, karena tidak punya fondasi kepercayaan yang cukup kuat.
Bagian yang bertanggung jawab menjaga fondasi ini disebut hubungan masyarakat, atau yang lebih dikenal dengan istilah humas. Artikel ini membahas apa itu humas perusahaan, perannya bagi bisnis, aspek hukum dan etika yang menyertainya, hingga strategi praktis yang bisa diterapkan agar fungsi humas benar benar memberi dampak.
Definisi Humas dan Perannya
Humas perusahaan adalah fungsi manajemen yang mengelola komunikasi dan hubungan antara perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari karyawan, pelanggan, media, investor, hingga masyarakat sekitar dan pemerintah. Tujuannya bukan sekadar membuat perusahaan terlihat baik, melainkan membangun kepercayaan antara perusahaan dan publiknya.
Peran humas biasanya mencakup beberapa hal. Pertama, menjadi jembatan informasi antara manajemen dan publik, misalnya lewat siaran pers atau konferensi pers. Kedua, memantau opini publik terhadap perusahaan dan melaporkannya kembali ke manajemen sebagai bahan pertimbangan keputusan. Ketiga, menyiapkan dan menjalankan komunikasi krisis ketika perusahaan menghadapi isu yang berpotensi merusak reputasi. Keempat, menjaga hubungan baik dengan media serta pemerintah agar perusahaan punya akses komunikasi yang lancar saat dibutuhkan.
Fungsi ini berbeda dengan marketing communications yang lebih berfokus pada mendorong penjualan produk. Humas bekerja pada level yang lebih luas, yaitu menjaga reputasi perusahaan secara keseluruhan sebagai institusi, tidak terbatas pada produk yang dijual. Kedua fungsi ini idealnya berjalan beriringan, karena reputasi perusahaan yang baik pada akhirnya juga memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap produknya.
Aspek Hukum dan Etika
Kerja humas perusahaan selalu berjalan berdampingan dengan tanggung jawab hukum dan etika. Setiap informasi yang disampaikan ke publik, terutama untuk perusahaan terbuka, harus memenuhi ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku, sehingga tidak menyesatkan investor maupun masyarakat. Pelanggaran pada aspek ini bisa berujung pada sanksi hukum sekaligus kerusakan reputasi yang jauh lebih besar dibanding manfaat jangka pendek dari informasi yang ditutupi.
Di sisi etika, humas dituntut menjaga kejujuran dan transparansi meski dalam situasi yang tidak menguntungkan perusahaan. Menyembunyikan fakta atau menyampaikan informasi yang menyesatkan memang bisa meredakan tekanan sesaat, tetapi risikonya jauh lebih besar begitu publik mengetahui kebenarannya. Kode etik profesi humas di Indonesia, seperti yang disusun oleh organisasi profesi humas, umumnya menekankan prinsip kejujuran, tanggung jawab sosial, serta menghormati kepentingan publik di atas kepentingan sesaat perusahaan.
Strategi Humas untuk Bisnis
Menjalankan fungsi humas yang efektif membutuhkan strategi yang terencana, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan perusahaan, termasuk bisnis skala kecil dan menengah yang baru mulai membangun fungsi humas secara formal.
Pertama, perusahaan perlu memetakan siapa saja pemangku kepentingan utamanya, mulai dari karyawan, pelanggan, media lokal, hingga komunitas sekitar tempat usaha beroperasi. Pemetaan ini membantu perusahaan menentukan pesan dan kanal komunikasi yang paling relevan untuk masing-masing kelompok.
Kedua, bangun hubungan dengan media sebelum benar benar membutuhkannya. Banyak perusahaan baru mencari kontak media saat krisis sudah terjadi, padahal hubungan yang dibangun jauh sebelumnya akan jauh lebih membantu ketika perusahaan perlu menyampaikan klarifikasi secara cepat dan dipercaya.
Ketiga, siapkan rencana komunikasi krisis sejak awal, termasuk siapa yang berwenang menjadi juru bicara dan bagaimana alur persetujuan pesan sebelum disampaikan ke publik. Perusahaan yang punya rencana ini biasanya bisa merespons isu jauh lebih cepat dibanding yang harus menyusun strategi dari nol saat krisis sedang berlangsung.
Keempat, jaga konsistensi pesan antara komunikasi internal dan eksternal. Karyawan yang mendapat informasi berbeda dari yang disampaikan ke publik akan mudah menimbulkan kebingungan bahkan kecurigaan, terutama di era media sosial ketika karyawan juga bisa menjadi sumber informasi bagi publik.
Langkah-langkah Praktis
Bagi perusahaan yang baru membangun fungsi humas, beberapa langkah berikut bisa menjadi titik awal yang realistis.
- Tentukan satu penanggung jawab komunikasi, meski perusahaan belum punya tim humas penuh, agar pesan yang keluar tetap terkoordinasi.
- Susun daftar kontak media dan pemangku kepentingan penting yang relevan dengan industri perusahaan.
- Buat panduan singkat berisi pesan kunci perusahaan, agar siapa pun yang berbicara mewakili perusahaan tetap menyampaikan hal yang konsisten.
- Latih tim yang berpotensi berhadapan dengan publik atau media, termasuk cara menjawab pertanyaan sulit dengan tenang dan jujur.
- Evaluasi secara berkala bagaimana publik memandang perusahaan, baik lewat pemantauan media maupun masukan langsung dari pelanggan.
Perusahaan yang ingin membangun fungsi humas secara lebih terstruktur namun belum punya sumber daya internal yang memadai bisa mempertimbangkan pendampingan dari Layanan Humas Markathing, yang membantu menyusun strategi komunikasi sesuai kebutuhan dan skala bisnis.
FAQ Pertanyaan Seputar Humas Perusahaan
Apa perbedaan humas dan marketing communications?
Humas berfokus menjaga reputasi perusahaan secara keseluruhan di mata seluruh pemangku kepentingan, sementara marketing communications lebih berfokus mendorong penjualan produk kepada calon pelanggan. Keduanya saling melengkapi, karena reputasi perusahaan yang baik juga memperkuat kepercayaan terhadap produk yang dijual.
Apakah bisnis kecil perlu punya fungsi humas?
Bisnis kecil tetap membutuhkan fungsi humas, meski dalam skala sederhana. Menjaga hubungan baik dengan pelanggan, komunitas sekitar, dan media lokal membantu bisnis kecil membangun kepercayaan yang sulit didapat hanya lewat promosi produk semata.
Kapan perusahaan perlu menyiapkan rencana komunikasi krisis?
Idealnya rencana komunikasi krisis disiapkan sejak awal, bukan saat krisis sudah terjadi. Perusahaan yang sudah punya alur juru bicara dan pesan kunci sebelumnya akan jauh lebih siap merespons cepat dan menjaga kepercayaan publik ketika masalah benar benar muncul.
Kesimpulan
Humas perusahaan adalah fungsi yang menjaga fondasi kepercayaan antara perusahaan dan seluruh pemangku kepentingannya, mulai dari karyawan hingga masyarakat luas. Fungsi ini berjalan di atas prinsip hukum dan etika yang jelas, serta membutuhkan strategi yang direncanakan jauh sebelum krisis terjadi, bukan sekadar respons dadakan.
Bagi bisnis yang ingin membangun reputasi jangka panjang, langkah langkah praktis seperti menentukan penanggung jawab komunikasi, menjaga hubungan dengan media, dan menyiapkan pesan kunci yang konsisten bisa menjadi titik awal yang realistis. Tim Markathing siap membantu bisnis Anda menyusun strategi humas yang sesuai dengan kebutuhan dan skala usaha, kenali lebih lanjut lewat Tentang Tim Kami.
