
Konferensi pers adalah forum resmi yang diselenggarakan organisasi untuk menyampaikan informasi penting kepada media sekaligus memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung.
Format ini digunakan ketika organisasi membutuhkan ruang penjelasan yang lebih luas daripada sekadar mengirim dokumen tertulis.
Perusahaan dapat mengadakan konferensi pers untuk peluncuran produk, penyampaian kinerja, pengumuman kerja sama, klarifikasi isu, perubahan kebijakan, hingga komunikasi krisis.
Nilai utama konferensi pers bukan terletak pada backdrop, venue, atau jumlah kamera yang hadir.
Nilainya terletak pada kemampuan organisasi menghadirkan informasi yang layak diberitakan, narasumber yang tepat, pesan yang jelas, serta akses bagi media untuk mendapatkan jawaban langsung.
Apa Itu Konferensi Pers
Konferensi pers atau press conference merupakan pertemuan resmi antara organisasi dan media untuk menyampaikan pengumuman, penjelasan, atau posisi tertentu.
Kamus Bahasa Indonesia mendefinisikan konferensi pers sebagai pertemuan pers yang digunakan untuk menyampaikan hal penting kepada wartawan dan kantor berita agar dapat disebarluaskan melalui media massa.
Dalam praktik public relations, format ini bersifat dua arah.
Organisasi menyampaikan informasi.
Wartawan dapat bertanya.
Narasumber kemudian memberikan klarifikasi atau detail tambahan.
Karakter interaktif inilah yang membedakannya dari press release.
Tujuan Konferensi Pers
Konferensi pers dapat memiliki beberapa tujuan.
- Mengumumkan informasi penting
- Memberikan klarifikasi
- Memperkenalkan produk atau program
- Menjelaskan perubahan kebijakan
- Menyampaikan kinerja atau pencapaian
- Menjawab pertanyaan media secara serentak
- Menjaga konsistensi informasi resmi
Format ini paling berguna ketika sebuah informasi membutuhkan konteks atau ketika banyak media diperkirakan memiliki pertanyaan yang sama.
Jika informasinya sederhana dan tidak membutuhkan interaksi, press release sering kali sudah cukup.
Perbedaan Konferensi Pers Jumpa Pers Media Briefing dan Press Release
Istilah konferensi pers, jumpa pers, media briefing, dan press release sering digunakan bergantian.
Padahal fungsi praktisnya berbeda.
| Format | Bentuk | Interaksi media | Penggunaan utama |
| Konferensi pers | Forum resmi | Tinggi | Pengumuman atau isu penting |
| Jumpa pers | Pertemuan dengan media | Tinggi | Istilah umum yang sering setara dengan konferensi pers |
| Media briefing | Pertemuan penjelasan | Sedang hingga tinggi | Memberikan konteks dan background |
| Press release | Dokumen tertulis | Tidak langsung | Menyampaikan informasi resmi |
| Media advisory | Undangan atau pemberitahuan | Tidak langsung | Memberi tahu media bahwa sebuah agenda akan berlangsung |
Konferensi Pers dan Jumpa Pers
Dalam penggunaan sehari hari di Indonesia, jumpa pers sering dipakai sebagai padanan konferensi pers.
Perbedaannya lebih banyak muncul dari gaya pelaksanaan.
Konferensi pers biasanya terasa lebih formal, memiliki susunan acara, pernyataan pembuka, panel narasumber, dan sesi tanya jawab.
Jumpa pers dapat berlangsung lebih sederhana atau informal.
Namun, tidak ada batas absolut yang membuat keduanya menjadi dua format yang benar benar terpisah.
Konferensi Pers dan Media Briefing
Pedoman komunikasi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi membedakan media briefing sebagai kegiatan yang dapat dilakukan secara rutin, sedangkan konferensi pers umumnya digunakan ketika ada informasi atau kejadian yang lebih khusus dan tidak rutin.
Media briefing cocok untuk memberikan konteks, update berkala, atau background kepada wartawan.
Konferensi pers lebih relevan ketika organisasi memiliki pengumuman yang jelas dan membutuhkan penyampaian resmi.
Konferensi Pers dan Press Release
Press release merupakan dokumen tertulis.
Konferensi pers merupakan forum interaktif.
Polda Kepri juga membedakan keduanya melalui karakter komunikasi. Press release bersifat satu arah dan lebih fleksibel, sedangkan konferensi pers memungkinkan media bertanya langsung dan biasanya membutuhkan penjadwalan serta kehadiran narasumber.
Dalam praktiknya, keduanya sering digunakan bersama.
Press release dibagikan kepada media sebagai referensi tertulis setelah atau ketika konferensi pers berlangsung.
Kapan Perusahaan Perlu Mengadakan Konferensi Pers
Konferensi pers tidak perlu dibuat untuk setiap pengumuman.
Mengundang puluhan wartawan untuk informasi yang dapat selesai dalam satu email justru berisiko membuang waktu media.
Gunakan konferensi pers ketika setidaknya salah satu kondisi berikut terpenuhi.
- Informasi memiliki nilai berita tinggi
- Banyak media diperkirakan ingin bertanya
- Ada data atau konteks yang perlu dijelaskan
- Narasumber penting perlu berbicara langsung
- Perusahaan membutuhkan satu forum untuk menyamakan fakta
- Isu berkembang cepat dan membutuhkan klarifikasi terbuka
- Peluncuran membutuhkan demonstrasi atau pengalaman langsung
Pertanyaan praktisnya adalah apakah interaksi langsung memberikan nilai tambahan.
Jika jawabannya tidak, pertimbangkan press release atau media briefing.
Jenis Konferensi Pers
Konferensi Pers Korporasi
Format ini digunakan untuk pengumuman bisnis seperti
- Ekspansi
- Kerja sama strategis
- Kinerja perusahaan
- Perubahan manajemen
- Milestone
- Merger atau akuisisi
Fokusnya adalah relevansi bisnis dan dampak bagi stakeholder.
Konferensi Pers Produk
Brand dapat menggunakannya untuk memperkenalkan produk ketika media membutuhkan demonstrasi, spesifikasi, pengalaman produk, atau akses kepada eksekutif.
Konferensi pers BATIC 2026 dari Telkom, misalnya, menghadirkan jajaran pimpinan Telkom dan Telin dalam konteks penyelenggaraan konferensi industri digital. Materi resmi Telkom kemudian menjadi sumber informasi mengenai tema, arah acara, serta stakeholder yang terlibat.
Konferensi Pers Pemerintah
Instansi publik menggunakan konferensi pers untuk menyampaikan program, kebijakan, agenda, atau informasi yang berdampak kepada masyarakat.
Pada Juli 2026, pemerintah menggunakan konferensi pers di Kementerian Sekretariat Negara untuk mengumumkan agenda Bulan Kemerdekaan 2026. Informasi tersebut kemudian dituangkan kembali dalam siaran pers resmi.
Konferensi Pers Krisis
Format ini dipakai ketika organisasi menghadapi isu serius yang membutuhkan jawaban terbuka.
Namun, perusahaan tidak boleh mengadakan konferensi pers hanya karena tekanan media.
Pastikan fakta utama sudah terverifikasi, spokesperson siap, dan ada informasi substantif yang dapat disampaikan.
Konferensi pers yang dilakukan terlalu cepat tanpa fakta justru dapat memperbesar krisis.
Panduan Menyelenggarakan Konferensi Pers dalam 5 Tahap
Tahap 1 Tentukan Tujuan dan Pesan Utama
Mulailah dari alasan konferensi pers perlu diadakan.
Apakah untuk meluncurkan sesuatu.
Mengklarifikasi isu.
Mengumumkan kerja sama.
Menjelaskan hasil bisnis.
Setelah objective jelas, susun message house.
Struktur sederhana dapat terdiri dari
Core message
Satu gagasan utama yang ingin dipahami media.
Supporting message
Dua atau tiga penjelasan pendukung.
Proof point
Data, fakta, dokumen, demonstrasi, atau bukti lain.
Jika organisasi memiliki tujuh pesan utama, kemungkinan tidak ada satu pun yang akan benar benar diingat.
Tahap 2 Siapkan Narasumber Materi dan Rundown
Persiapan ideal dimulai jauh sebelum acara.
Sekitar H 14 sampai H 7, tim dapat menyelesaikan
- Objective
- Key message
- Narasumber
- Venue
- Media target
- Draft press release
- Q&A document
- Rundown
- Visual pendukung
- Press kit
Sekitar H 7 sampai H 3, fokus bergerak ke rehearsal.
Narasumber perlu mengetahui apa yang akan disampaikan dan pertanyaan apa yang mungkin muncul.
Jangan hanya melatih pernyataan pembuka.
Latih juga pertanyaan sulit.
Tahap 3 Undang Media yang Relevan
Media list perlu mengikuti topik.
Acara mengenai teknologi finansial membutuhkan daftar media yang berbeda dari peluncuran kosmetik atau kebijakan pemerintah.
Undangan setidaknya menjelaskan
- Nama acara
- Topik utama
- Narasumber
- Waktu
- Lokasi
- Alasan relevansinya
- Kontak konfirmasi
Follow up digunakan untuk memastikan informasi diterima, bukan menekan wartawan agar hadir.
Tahap 4 Jalankan Hari H dengan Disiplin
Konferensi pers yang baik biasanya singkat dan terarah.
Contoh rundown 60 menit dapat berupa
| Waktu | Agenda |
| 10 menit | Registrasi dan media arrival |
| 5 menit | Pembukaan moderator |
| 15 menit | Pernyataan narasumber |
| 20 menit | Tanya jawab media |
| 5 menit | Penutup |
| 5 menit | Doorstop atau dokumentasi |
Durasi dapat berubah sesuai kebutuhan.
Namun, jangan membuat wartawan menunggu satu jam untuk pernyataan yang hanya berlangsung lima menit.
Tahap 5 Lakukan Follow Up dan Monitoring
Pekerjaan belum selesai ketika narasumber meninggalkan ruangan.
Setelah acara, kirim
- Press release
- Foto resmi
- Data pendukung
- Presentasi jika dapat dibagikan
- Profil narasumber
- Kontak media relations
Kemudian pantau pemberitaan.
Lihat apakah media menangkap pesan utama dengan benar.
Periksa pertanyaan yang masih muncul.
Catat media mana yang membutuhkan follow up.
Press Kit yang Perlu Disiapkan
Press kit tidak harus berbentuk map besar dengan banyak kertas.
Versi digital sering lebih praktis.
Isi yang berguna meliputi
- Press release
- Fact sheet
- Profil perusahaan
- Profil spokesperson
- Data pendukung
- Foto resolusi tinggi
- Logo atau brand asset
- Link video jika tersedia
- Kontak media
Semua file sebaiknya memiliki nama yang jelas.
Hindari file bernama final_final_revisi3.jpg.
Naskah Pembukaan Konferensi Pers
Naskah pembukaan sebaiknya singkat.
Struktur praktisnya dapat mengikuti empat bagian.
Pembukaan
Sampaikan alasan organisasi berbicara hari itu.
Fakta Utama
Jelaskan apa yang terjadi atau diumumkan.
Makna
Terangkan mengapa informasi tersebut penting bagi audiens.
Langkah Berikutnya
Jelaskan apa yang akan dilakukan setelah pengumuman.
Setelah itu, buka ruang tanya jawab.
Konferensi pers bukan pidato satu arah selama 45 menit.
Cara Menangani Tanya Jawab Media
Sesi Q&A merupakan bagian yang paling sulit dikontrol sekaligus salah satu alasan utama konferensi pers dilakukan.
Gunakan beberapa prinsip.
Jawab Pertanyaannya Terlebih Dahulu
Jangan memutar terlalu panjang.
Berikan jawaban utama lalu konteks.
Jangan Berspekulasi
Jika fakta belum tersedia, katakan bahwa informasi sedang diverifikasi.
Lebih baik menunda detail dibanding memberi jawaban yang kemudian harus ditarik.
Gunakan Bridging dengan Wajar
Spokesperson dapat menghubungkan pertanyaan kembali ke key message.
Namun, jangan mengabaikan pertanyaan wartawan.
Jangan Menyerang Penanya
Pertanyaan kritis merupakan bagian normal dari konferensi pers.
Nada defensif dapat menjadi berita baru.
Siapkan Data
Jika isu melibatkan angka, timeline, atau regulasi, pastikan spokesperson memiliki data yang benar.
Contoh Konferensi Pers di Indonesia
Kriyanusa 2026
Pada 18 September 2026, Kriyanusa mengadakan konferensi pers di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menjelaskan penyelenggaraan pameran kerajinan nasional yang berlangsung akhir September.
Konferensi menghadirkan beberapa narasumber terkait penyelenggaraan dan memberikan konteks mengenai tema serta pengalaman baru yang akan dibawa dalam acara.
Pelajarannya adalah satu konferensi pers dapat bekerja efektif ketika ada agenda yang jelas, narasumber relevan, dan informasi aktual yang memang dibutuhkan media.
BATIC 2026
Telkom juga menggunakan konferensi pers dalam rangka BATIC 2026 di Bali pada Agustus 2026. Narasumber terdiri dari jajaran pimpinan Telkom dan Telin, sementara topiknya berhubungan dengan ekosistem digital regional.
Bagi perusahaan B2B, contoh ini menunjukkan bahwa konferensi pers tidak harus berpusat pada produk consumer.
Forum industri, agenda strategis, dan thought leadership juga dapat menjadi news angle.
Kesalahan Umum saat Menyelenggarakan Konferensi Pers
Pesan Utama Tidak Jelas
Terlalu banyak agenda membuat wartawan tidak tahu apa berita utamanya.
Tentukan satu headline yang ingin dibawa pulang.
Narasumber Tidak Siap
Spokesperson mengetahui topik belum tentu berarti siap menghadapi media.
Persiapkan Q&A dan lakukan simulasi.
Memilih Waktu tanpa Melihat News Cycle
Acara yang bertabrakan dengan agenda nasional besar berisiko kehilangan perhatian media.
Periksa kalender berita sebelum menetapkan waktu.
Mengundang Media yang Tidak Relevan
Jumlah wartawan bukan satu satunya ukuran keberhasilan.
Lebih baik menghadirkan media yang relevan dengan audience daripada mengejar daftar hadir besar tetapi tidak menghasilkan coverage yang tepat.
Tidak Menyiapkan Materi Pascaacara
Jurnalis yang tidak hadir masih dapat membutuhkan foto, press release, atau data.
Siapkan semuanya pada hari yang sama.
Biaya Konferensi Pers
Tidak ada standar biaya tunggal karena struktur acara dapat berbeda jauh.
Komponen utamanya biasanya terdiri dari
- Venue
- Konsumsi
- Audio visual
- Backdrop dan branding
- Livestream
- Dokumentasi
- Press kit
- Transportasi atau logistik
- Media relations
- Media monitoring
Sebagai konteks pasar Jakarta 2026, beberapa hotel mempublikasikan half day meeting package sekitar Rp290.000 per orang di Samala Hotel, Rp450.000 di Menara Peninsula, hingga Rp900.000 net per orang di Hotel Indonesia Kempinski. Paket tersebut biasanya sudah mencakup ruang dan sebagian konsumsi atau fasilitas meeting.
Angka tersebut bukan estimasi total konferensi pers.
Backwall khusus, lighting, multicamera, livestream, media relations, fotografer, videografer, press kit, moderator, media monitoring, dan kebutuhan lain dapat berada di luar paket venue.
Karena itu, susun budget berdasarkan scope.
Checklist Teknis Hari H
Sebelum media masuk ruangan, cek
- Mikrofon seluruh narasumber
- Sound system
- Presentasi
- Clicker
- Confidence monitor jika diperlukan
- Lighting
- Backdrop
- WiFi
- Livestream
- Kamera
- Media registration
- Name tag
- Press kit
- Water untuk narasumber
- Rekaman audio cadangan
Tim juga perlu menentukan siapa yang bertanggung jawab jika salah satu komponen gagal.
Bagaimana Agency Marcomm Membantu Konferensi Pers
Agency tidak hanya berfungsi mengundang wartawan.
Perannya dapat dimulai jauh sebelum hari acara.
Menentukan News Angle
Informasi internal perlu diterjemahkan menjadi cerita yang relevan bagi media.
Menyusun Message House
Agency membantu memastikan narasi tetap konsisten antara press release, spokesperson, deck, media pitch, dan Q&A.
Media Relations
Media list, undangan, follow up, dan koordinasi membutuhkan jaringan serta pemahaman terhadap beat media.
Media Training
Narasumber dapat menjalani simulasi interview, latihan bridging, dan difficult questions sebelum hari acara.
Monitoring
Setelah konferensi pers selesai, coverage perlu dianalisis untuk melihat volume, message penetration, tone, serta isu yang masih berkembang.
Markathing menempatkan Public Relations and Media Strategy sebagai bagian dari Marketing Communications, sementara Media Monitoring and Social Listening berada pada area Impact Evaluation.
Dalam portfolio Strategic Communications Retainer, Markathing juga menangani communication strategy, key messaging, executive communication materials, serta rekomendasi komunikasi bagi PT IAS Support Indonesia. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa persiapan spokesperson dan konferensi pers idealnya terhubung dengan strategi komunikasi yang lebih luas, bukan berdiri sebagai event tunggal.
FAQ Konferensi Pers
Apa yang Dimaksud dengan Konferensi Pers
Konferensi pers adalah pertemuan resmi antara organisasi dan media untuk menyampaikan informasi penting serta memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mengajukan pertanyaan langsung.
Apa Bedanya Press Release dan Konferensi Pers
Press release merupakan dokumen tertulis yang dapat dikirim tanpa acara.
Konferensi pers merupakan forum langsung atau virtual dengan narasumber dan sesi tanya jawab.
Keduanya dapat digunakan bersama.
Apa Bedanya Media Briefing dan Konferensi Pers
Media briefing biasanya digunakan untuk memberikan informasi latar belakang atau update dan dapat berlangsung rutin.
Konferensi pers biasanya digunakan untuk pengumuman atau situasi yang lebih khusus.
Siapa yang Mengatur Konferensi Pers di Perusahaan
Biasanya corporate communication, public relations, media relations, atau communication team menjadi koordinator.
Untuk acara besar, tim juga melibatkan event organizer, agency, legal, management, operation, digital, dan dokumentasi sesuai kebutuhan.
Apakah Konferensi Pers Selalu Harus Offline
Tidak.
Konferensi pers dapat dilakukan secara virtual atau hybrid jika format tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan media dan narasumber.
Namun, pastikan sistem pertanyaan, moderator, recording, dan akses materi tetap tertata.
Apakah Semua Wartawan yang Diundang Harus Mendapatkan Uang Transport
Praktik organisasi dapat berbeda.
Yang terpenting adalah menjaga independensi editorial dan membedakan dengan jelas antara hospitality, dukungan logistik, dan pembayaran untuk coverage.
Media tetap harus memiliki kebebasan menentukan apakah sebuah berita layak dimuat.
Kesimpulan
Konferensi pers adalah alat media relations yang berguna ketika organisasi perlu menyampaikan informasi penting sekaligus membuka akses tanya jawab kepada wartawan.
Format ini tidak perlu digunakan untuk setiap pengumuman.
Jika informasi cukup disampaikan melalui dokumen, press release dapat menjadi pilihan yang lebih efisien.
Jika media membutuhkan konteks rutin, media briefing mungkin lebih tepat.
Konferensi pers menjadi relevan ketika ada informasi yang memiliki news value tinggi, banyak pertanyaan perlu dijawab, dan narasumber dapat memberikan nilai tambahan melalui penjelasan langsung.
Keberhasilannya juga tidak ditentukan oleh kemewahan venue.
Pesan yang jelas, media yang tepat, spokesperson yang siap, rundown yang disiplin, press kit yang lengkap, serta follow up setelah acara jauh lebih menentukan.
Markathing sendiri memasukkan Press Conference sebagai bagian dari kapabilitas Media Relations, berdampingan dengan Media Coverage, Media Briefing, Media Gathering, Media Visit, dan Media Placement.
Bagi perusahaan yang sedang merencanakan konferensi pers, mulailah dengan satu pertanyaan.
Apakah informasi yang akan kami sampaikan memang membutuhkan media hadir dan bertanya langsung?
Jika jawabannya ya, barulah susun pesan, narasumber, media list, materi, simulasi Q&A, eksekusi, dan monitoring sebagai satu sistem.


