Contoh public relation tidak hanya berupa press release atau konferensi pers. Dalam praktik bisnis, PR mencakup serangkaian aktivitas untuk membantu perusahaan membangun hubungan dengan media, stakeholder, karyawan, pelanggan, komunitas, hingga pemerintah.

Karena itu, bentuk pekerjaan PR akan berubah sesuai tujuan bisnis. Peluncuran produk membutuhkan pendekatan yang berbeda dari komunikasi krisis. Perusahaan yang memasuki pasar baru juga membutuhkan strategi berbeda dari brand yang ingin memperkuat reputasinya.

Artikel ini membahas tujuh contoh praktik public relation dari sudut pandang agency marcomm, mulai dari media relations sampai reputation intelligence.

Apa Itu Public Relation dalam Praktik Agency Marcomm

Public relations adalah fungsi komunikasi yang membantu organisasi membangun, menjaga, dan mengelola hubungan dengan publik yang memengaruhi keberlangsungan organisasi.

Publik tersebut tidak hanya konsumen.

Mereka dapat berupa media, pemerintah, investor, karyawan, komunitas, partner bisnis, asosiasi industri, hingga masyarakat.

Artikel Public Relations adalah di Markathing juga menempatkan PR sebagai fungsi yang mengelola komunikasi dengan berbagai publik untuk membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang.

Dari perspektif agency, pekerjaan PR biasanya dimulai dengan pertanyaan yang lebih strategis.

Siapa stakeholder prioritas?

Apa tujuan komunikasinya?

Persepsi apa yang ingin dibangun?

Isu apa yang berpotensi muncul?

Pesan apa yang harus konsisten?

Channel apa yang paling relevan?

Baru setelah itu tim menentukan apakah kebutuhannya berupa press release, media gathering, spokesperson training, event, stakeholder engagement, atau komunikasi krisis.

Perbedaan PR Agency dan PR Internal

Tim PR internal memahami organisasi dari dekat.

Mereka mengetahui struktur perusahaan, kebijakan, produk, dinamika internal, serta hubungan dengan management.

Agency membawa fungsi berbeda.

Agency biasanya membantu memberikan perspektif eksternal, kapasitas tambahan, akses ke keahlian spesifik, dan struktur kerja yang dibutuhkan ketika campaign atau isu semakin kompleks.

Aspek PR Internal PR Agency
Pemahaman perusahaan Sangat mendalam Dibangun melalui briefing dan riset
Perspektif Dari dalam organisasi Lebih eksternal
Aktivitas rutin Tinggi Menyesuaikan scope
Media relations Dapat dikelola internal Dapat diperkuat agency
Crisis support Menjadi pusat informasi internal Memberi counsel dan execution support
Kapasitas campaign Bergantung ukuran tim Dapat ditambah sesuai kebutuhan

Model terbaik tidak selalu memilih salah satu.

Banyak perusahaan menggunakan tim internal sebagai pemilik strategi dan informasi, lalu bekerja bersama agency untuk kebutuhan tertentu.

7 Contoh Kegiatan Public Relation di Agency Marcomm

Berikut tujuh praktik PR yang sering digunakan perusahaan sesuai tujuan komunikasi.

1 Press Release untuk Menyampaikan Informasi Bernilai Berita

Press release adalah dokumen resmi yang diberikan organisasi kepada media untuk menyampaikan informasi yang memiliki nilai berita.

Bentuknya dapat berupa peluncuran produk, kerja sama strategis, hasil riset, perubahan perusahaan, appointment pimpinan, program sosial, atau perkembangan bisnis lain.

Namun, press release bukan brosur promosi.

Media memiliki kepentingan editorial sendiri.

Karena itu, tim PR perlu menemukan alasan mengapa informasi perusahaan layak diketahui publik.

Artikel Press Release Markathing menjelaskan bahwa release seharusnya ditulis dengan gaya jurnalistik agar wartawan dapat memahami informasi utama dengan cepat.

Dalam praktik agency, pekerjaan tidak berhenti saat dokumen selesai.

Tim dapat melakukan

  1. Menentukan news angle
  2. Mengumpulkan data
  3. Menyiapkan kutipan spokesperson
  4. Menulis release
  5. Menyiapkan media list
  6. Melakukan pitching
  7. Menjawab kebutuhan media
  8. Memantau publikasi

Keberhasilannya juga tidak cukup dinilai dari jumlah berita.

Periksa apakah media yang memuat relevan, pesan utama muncul, tone pemberitaan sesuai, dan coverage menjangkau stakeholder yang dituju.

2 Media Relations dan Media Gathering

Media relations adalah proses membangun hubungan profesional antara organisasi dengan jurnalis dan media.

Hubungan ini seharusnya dibangun sebelum perusahaan membutuhkan pemberitaan.

Agency dapat membantu melakukan media mapping berdasarkan industri, desk, lokasi, audience, serta jenis isu yang biasanya diliput oleh masing masing media.

Aktivitasnya dapat berupa media briefing, interview arrangement, media visit, media luncheon, media gathering, dan pitching.

Markathing sendiri menempatkan media coverage, media briefing, media luncheon, media gathering, media visit, media placement, dan press conference dalam cakupan layanan media relations.

Hubungan media bukan transaksi berita.

Media tetap memiliki keputusan editorial.

Tugas PR adalah memastikan informasi yang relevan tersedia, sumber dapat diakses, dan hubungan profesional terjaga.

Pembahasan yang lebih spesifik dapat dilihat pada artikel Media Relations.

3 Konferensi Pers untuk Pengumuman Strategis

Konferensi pers digunakan ketika informasi cukup penting untuk disampaikan kepada banyak media dalam waktu yang sama.

Contohnya

  1. Peluncuran produk besar
  2. Pengumuman investasi
  3. Kerja sama strategis
  4. Perubahan perusahaan
  5. Hasil riset
  6. Klarifikasi isu
  7. Program yang memiliki kepentingan publik

Agency biasanya membantu menentukan format, daftar media, rundown, spokesperson, key message, talking points, materi presentasi, press kit, Q&A, hingga dokumentasi.

Persiapan Q&A menjadi bagian yang sering lebih penting dibanding dekorasi acara.

Spokesperson perlu mengetahui pertanyaan sulit yang mungkin muncul.

Tim juga harus memiliki batas yang jelas mengenai informasi apa yang dapat disampaikan dan apa yang belum dapat diumumkan.

Konferensi pers yang berhasil bukan acara dengan ruangan paling penuh.

Keberhasilannya terlihat ketika media memahami informasi utama dan dapat memberitakannya secara akurat.

4 Event Activation dan Brand Activation

PR juga dapat terlibat dalam event atau brand activation.

Perannya bukan selalu menjadi event organizer.

PR melihat bagaimana sebuah aktivitas dapat menciptakan percakapan, pengalaman, dan bahan komunikasi yang relevan bagi publik.

Misalnya brand mengadakan experiential event.

Tim PR dapat mencari narrative yang lebih luas dari sekadar acara berlangsung.

Apakah ada consumer insight?

Apakah ada kolaborasi menarik?

Apakah aktivitas tersebut memiliki dampak sosial?

Apakah tersedia spokesperson yang punya perspektif?

Apakah ada visual yang layak diberitakan?

Dari satu aktivitas, tim kemudian dapat mengembangkan media story, interview, social content, creator engagement, dan post event communication.

Pendekatan ini menunjukkan hubungan PR dengan marketing communication.

Dalam IMC, PR berfungsi membangun kredibilitas, sementara channel lain dapat menjalankan fungsi awareness, engagement, maupun conversion.

5 Komunikasi CSR

Program Corporate Social Responsibility dapat menjadi bagian dari komunikasi perusahaan.

Namun, komunikasi CSR harus mengikuti dampaknya.

PR tidak seharusnya membuat program kecil terlihat jauh lebih besar daripada kenyataan.

Peran tim komunikasi dapat mencakup

  1. Memetakan stakeholder
  2. Menjelaskan tujuan program
  3. Mengumpulkan data dampak
  4. Mengangkat suara penerima manfaat
  5. Menyiapkan media information
  6. Membuat laporan program
  7. Mengatur komunikasi keberlanjutan

Misalnya perusahaan menjalankan program pemberdayaan UMKM.

Berita yang lebih kuat bukan hanya bahwa perusahaan menyerahkan bantuan.

Media dan stakeholder biasanya membutuhkan konteks.

Masalah apa yang ingin diselesaikan?

Siapa penerima manfaat?

Apa bentuk intervensinya?

Apa hasilnya?

Bagaimana keberlanjutannya?

Komunikasi semacam ini membuat CSR lebih substantif dan mengurangi risiko program terlihat sebagai pencitraan.

6 Komunikasi Krisis dan Manajemen Isu

Contoh public relation berikutnya muncul ketika perusahaan menghadapi masalah.

Isunya dapat berupa keluhan produk, kecelakaan, data breach, pernyataan pimpinan, sengketa dengan stakeholder, informasi keliru, atau kritik yang berkembang di media sosial.

PR membantu organisasi menentukan

  1. Fakta yang sudah terverifikasi
  2. Stakeholder yang terdampak
  3. Tingkat risiko
  4. Pesan utama
  5. Juru bicara
  6. Kanal respons
  7. Ritme pembaruan informasi

Artikel Komunikasi Krisis Markathing menekankan bahwa respons yang efektif membutuhkan kecepatan, akurasi, empati, dan konsistensi.

Komunikasi krisis berbeda dari PR rutin karena bekerja di bawah tekanan waktu.

Kesalahan kecil dalam wording dapat memperbesar masalah.

Karena itu, perusahaan perlu menyiapkan crisis playbook, escalation matrix, holding statement, dan spokesperson sebelum krisis terjadi.

Manajemen isu bekerja lebih awal.

Tujuannya mendeteksi masalah sebelum berkembang menjadi krisis besar.

7 Media Monitoring dan Reputation Intelligence

PR tidak berhenti ketika berita sudah terbit.

Tim perlu mengetahui apa yang terjadi setelah pesan disampaikan.

Media monitoring membantu membaca

  1. Jumlah pemberitaan
  2. Media yang memberitakan
  3. Tone pemberitaan
  4. Topik dominan
  5. Spokesperson visibility
  6. Key message penetration
  7. Share of voice

Reputation intelligence melihat konteks yang lebih luas.

Apa persepsi yang mulai terbentuk?

Isu apa yang meningkat?

Apakah pesaing lebih dominan?

Stakeholder mana yang mulai bersuara?

Apakah terdapat perbedaan antara narrative yang ingin dibangun dengan narrative yang benar benar beredar?

Reporting yang baik tidak hanya mengatakan terdapat 100 coverage.

Tim perlu menjelaskan apa arti coverage tersebut dan apa tindakan selanjutnya.

Contoh Portfolio Public Relations dari Markathing

Contoh PR menjadi lebih mudah dipahami ketika dilihat dalam konteks proyek nyata.

Berikut beberapa pekerjaan Markathing yang dapat diverifikasi dari portfolio saat ini.

Communication Framework untuk Komdigi

Markathing terlibat dalam penyusunan national crisis communication framework bersama Kementerian Komunikasi dan Digital.

Prosesnya melibatkan penyelarasan dengan lebih dari 60 kementerian dan lembaga, lalu dilanjutkan dengan pemerintah daerah dari Aceh sampai Papua Pegunungan.

Hasilnya adalah framework STANDBY yang dirancang untuk membantu respons komunikasi publik lebih terstruktur.

Kasus ini menunjukkan bahwa pekerjaan PR tidak selalu berarti media coverage.

Ada pekerjaan yang jauh lebih mendasar.

Stakeholder alignment.

Communication protocol.

Message architecture.

Response framework.

Governance.

PR pada level ini membantu organisasi menyiapkan sistem agar banyak pihak dapat berkomunikasi dalam arah yang sama.

Strategic Communications Retainer untuk PT IAS Support Indonesia

PT IAS Support Indonesia menggunakan Markathing sebagai Strategic Retainer Consultant untuk memperkuat corporate communication dan stakeholder engagement.

Scope yang dipublikasikan Markathing meliputi communication strategy, key messaging, executive communication materials, dan strategic recommendations yang diselaraskan dengan tujuan bisnis.

Contoh ini menggambarkan bentuk PR yang berjalan secara berkelanjutan.

Tidak selalu ada satu campaign besar.

Sebagian pekerjaan justru berlangsung melalui advisory, review pesan, stakeholder engagement, dan dukungan komunikasi management.

Market Entry Advisory dan Public Communication

Perusahaan yang masuk ke pasar baru juga memiliki kebutuhan PR.

Mereka perlu menjelaskan siapa perusahaan tersebut, mengapa masuk ke Indonesia, siapa stakeholder penting, dan bagaimana kehadirannya dapat dipahami publik.

Markathing menempatkan stakeholder mapping, government relations, public affairs, strategic communication, reputation risk assessment, media relations, dan market launch planning sebagai bagian yang dapat terhubung dalam market entry advisory.

Contoh ini memperlihatkan bahwa PR dapat dimulai jauh sebelum press release pertama diterbitkan.

Reputasi mulai terbentuk ketika perusahaan berinteraksi dengan pemerintah, partner, media, karyawan, dan komunitas.

Tugas Public Relation Officer di Agency

Pekerjaan public relation officer akan berbeda tergantung agency dan klien.

Namun, ada beberapa fungsi yang sering muncul.

Media Relations Specialist

Fungsi ini banyak bekerja dengan media.

Tugasnya dapat mencakup media mapping, pitching, koordinasi interview, distribusi press release, media briefing, dan monitoring.

Seorang media relations specialist perlu memahami kebutuhan jurnalis.

Ia juga harus mengetahui kapan informasi perusahaan layak dipitch dan kapan belum memiliki news value yang cukup.

Content dan Narrative Strategist

PR membutuhkan kemampuan menulis.

Namun, pekerjaan narrative strategist bukan sekadar membuat kalimat terdengar bagus.

Tim harus mampu menentukan

  1. Pesan inti
  2. Audience
  3. Proof point
  4. Tone
  5. Risiko interpretasi
  6. Channel

Outputnya dapat berupa press release, message house, executive speech, talking points, Q&A, policy brief, media statement, atau corporate narrative.

Crisis Communication Responder

Pada kondisi krisis, agency dapat berperan sebagai communication counsel.

Tim membantu membaca situasi, menilai risiko komunikasi, menyusun respons, menyiapkan juru bicara, dan memantau perkembangan narrative.

Keputusan operasional tetap berada pada perusahaan.

Agency tidak dapat menggantikan fungsi legal, management, safety, atau regulator.

PR bekerja memastikan tindakan dan fakta dapat dikomunikasikan secara tepat.

Cara Memilih Aktivitas PR yang Sesuai

Tidak semua bisnis membutuhkan tujuh aktivitas tadi secara bersamaan.

Mulai dari objective.

Jika Tujuannya Awareness

Pertimbangkan

  1. Media relations
  2. Press release
  3. Event
  4. Thought leadership
  5. Digital PR

Metriknya dapat berupa relevant coverage, reach, branded search, message penetration, dan share of voice.

Jika Tujuannya Reputasi

Fokus dapat berpindah ke

  1. Corporate communication
  2. Executive communication
  3. Stakeholder engagement
  4. CSR communication
  5. Reputation monitoring

Metriknya dapat mencakup sentiment, stakeholder perception, message association, dan kualitas coverage.

Jika Tujuannya Mengelola Isu

Prioritasnya berbeda.

Perusahaan membutuhkan issue monitoring, stakeholder mapping, escalation process, spokesperson, dan response protocol.

Jumlah publikasi bukan KPI utama.

Yang lebih penting adalah apakah informasi tersampaikan secara akurat dan kepercayaan dapat dijaga.

Cara Mengukur Keberhasilan Public Relation

Salah satu kesalahan dalam PR adalah mengukur semuanya dengan jumlah coverage.

Coverage berguna.

Namun, konteksnya perlu dibaca.

Gunakan beberapa lapisan pengukuran.

Area Contoh Metrik
Output Jumlah coverage, interview, event, content
Kualitas Media tier, prominence, key message
Audience response Engagement, referral, branded search
Perception Sentiment, trust, association
Business relevance Leads, stakeholder response, issue resolution

Markathing juga menekankan bahwa reporting PR sebaiknya menjelaskan kualitas coverage, pesan yang muncul, respons audiens, dan rekomendasi setelah campaign.

Jangan mengejar angka yang terlihat besar tetapi tidak berhubungan dengan tujuan.

Seratus artikel di media yang tidak dibaca target stakeholder dapat kalah bernilai dibanding lima coverage mendalam di media yang tepat.

Kesalahan Umum ketika Menjalankan PR

Mengirim Semua Informasi sebagai Press Release

Tidak semua update perusahaan layak menjadi berita.

Cari news value lebih dahulu.

Menghubungi Media Hanya Saat Membutuhkan Publikasi

Hubungan sebaiknya dibangun secara profesional dari waktu ke waktu.

Menganggap PR Sama dengan Advertising

Advertising membeli ruang.

PR banyak bekerja melalui hubungan, informasi, reputasi, dan kredibilitas pihak ketiga.

Kontrol terhadap hasil editorial juga berbeda.

Tidak Menyiapkan Measurement

Objective harus ditentukan sebelum aktivitas berjalan.

Tanpa baseline dan KPI, evaluasi mudah berakhir pada jumlah output.

Baru Memikirkan PR Saat Krisis

Reputasi dibangun sebelum masalah muncul.

Hubungan dengan media, stakeholder, dan publik yang sudah terbentuk dapat menjadi modal ketika perusahaan menghadapi tekanan.

FAQ Contoh Public Relation

Apa Contoh Public Relation yang Efektif untuk UMKM

UMKM dapat memulai dari aktivitas sederhana seperti membangun hubungan dengan media lokal, membuat cerita mengenai inovasi produk, mengangkat kisah pendiri, bekerja dengan komunitas, atau melakukan program yang relevan dengan lingkungan sekitar.

Tidak semua UMKM membutuhkan konferensi pers.

Pilih aktivitas berdasarkan tujuan dan audience.

Apa Contoh Kegiatan Public Relation

Contohnya meliputi press release, media relations, konferensi pers, CSR communication, event activation, komunikasi krisis, stakeholder engagement, dan media monitoring.

Artikel ini memilih tujuh contoh utama agar pembahasannya tetap fokus.

Bagaimana Cara Mengukur Keberhasilan PR

Mulai dari objective.

Jika tujuannya awareness, ukur reach, quality coverage, share of voice, dan branded search.

Jika tujuannya reputasi, tambahkan sentiment serta stakeholder perception.

Jika tujuannya menangani isu, lihat perubahan narrative, kecepatan respons, dan penyelesaian masalah.

Apa Bedanya PR Tradisional dan Digital PR

PR tradisional banyak menggunakan media cetak, televisi, radio, event, dan hubungan dengan jurnalis.

Digital PR menggunakan media online, search, social media, creator, community, dan data digital.

Keduanya dapat digunakan bersama.

Apa Bedanya Public Relation dan Media Relations

Public relations memiliki cakupan lebih luas.

Media relations hanya berfokus pada hubungan organisasi dengan media dan jurnalis.

PR juga mencakup stakeholder engagement, komunikasi internal, crisis communication, public affairs, community relations, serta reputation management.

Kesimpulan

Contoh public relation tidak berhenti pada press release.

Dalam praktik agency marcomm, pekerjaan PR dapat mencakup tujuh aktivitas utama yaitu press release, media relations, konferensi pers, event activation, komunikasi CSR, komunikasi krisis, serta media monitoring dan reputation intelligence.

Aktivitas tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

Press release membantu menyampaikan informasi.

Media relations membangun hubungan dengan jurnalis.

Konferensi pers membantu pengumuman besar.

Activation menciptakan pengalaman dan bahan komunikasi.

CSR communication menjelaskan dampak.

Crisis communication menjaga respons ketika risiko meningkat.

Monitoring membantu perusahaan memahami apa yang terjadi setelah komunikasi berjalan.

Karena itu, pertanyaan yang sebaiknya diajukan perusahaan bukan sekadar aktivitas PR apa yang sedang populer.

Pertanyaan yang lebih berguna adalah persepsi atau hubungan apa yang perlu dibangun, siapa stakeholder yang paling penting, dan perubahan apa yang ingin dicapai melalui komunikasi.

Dari sana, tim baru memilih aktivitas.

PR yang efektif bukan PR yang paling ramai.

PR yang efektif adalah PR yang membuat organisasi lebih mudah dipahami, dipercaya, dan siap berkomunikasi ketika situasi berubah.

//
R u ready to Mark-your-thing? Just chat us!
๐Ÿ‘‹ Hi, how can I help?