Advertorial adalah iklan berbayar yang disajikan dalam format menyerupai artikel atau konten editorial. Tujuannya menyampaikan pesan promosi dengan penjelasan yang lebih panjang dan natural dibanding iklan display biasa.
Format ini sering digunakan ketika brand tidak cukup hanya menampilkan headline, gambar, dan tombol.
Produk mungkin membutuhkan edukasi.
Perusahaan ingin menjelaskan program.
Sebuah layanan membutuhkan konteks.
Atau brand ingin membawa pembaca memahami masalah terlebih dahulu sebelum memperkenalkan solusi.
Walaupun tampil seperti artikel, advertorial tetap merupakan iklan.
Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers menyatakan media siber harus membedakan secara tegas produk berita dan iklan. Artikel atau isi berbayar wajib diberi keterangan seperti advertorial, iklan, ads, sponsored, atau penanda lain yang menjelaskan sifat komersialnya.
Apa Itu Advertorial
Advertorial menggabungkan karakter advertising dengan penyajian editorial.
Kontennya dibeli oleh advertiser atau brand, tetapi dikemas menggunakan format yang familiar bagi pembaca media.
Bentuknya dapat berupa artikel feature.
Wawancara.
Artikel edukasi.
Listicle.
Infografis.
Video.
Atau cerita mengenai program dan produk.
Hal yang membedakannya dari berita biasa adalah adanya hubungan komersial di balik penayangannya.
Advertorial Berasal dari Advertising dan Editorial
Istilah advertorial terbentuk dari kata advertising dan editorial.
Sebuah kajian komunikasi di Indonesia juga mendeskripsikan advertorial sebagai bentuk periklanan yang disajikan dengan gaya jurnalistik dan dimuat melalui mekanisme berbayar untuk kebutuhan promosi atau kampanye.
Namun, gaya editorial tidak berarti advertiser boleh menyamarkan iklan sebagai berita independen.
Transparansi tetap menjadi prinsip utama.
FTC juga menekankan hal serupa dalam panduan native advertising. Konten komersial tidak seharusnya membuat pembaca mengira mereka sedang melihat materi independen jika sebenarnya advertiser memengaruhi atau membayar konten tersebut.
Ciri Utama Advertorial
Ada beberapa karakter yang biasanya mudah dikenali.
- Penayangannya merupakan bagian dari aktivitas berbayar.
- Bentuk kontennya menyerupai artikel atau format editorial media.
- Brand, produk, program, atau organisasi menjadi bagian utama pembahasan.
- Isi dapat menggunakan storytelling, data, wawancara, atau penjelasan edukatif.
- Media memberikan penanda bahwa konten tersebut bersifat komersial.
- Brand memiliki objective komunikasi yang lebih jelas dibanding pemberitaan organik.
Advertorial tetap dapat memberikan informasi yang berguna.
Masalah muncul ketika nilai informasinya hilang dan seluruh artikel hanya berisi klaim promosi.
Perbedaan Advertorial Press Release Native Ads dan Iklan Display
Keempat format ini sering tercampur dalam perencanaan media.
Padahal cara kerja dan kontrol brand berbeda.
| Format | Dibayar untuk Tayang | Bentuk | Kontrol Brand | Tujuan Umum |
|---|---|---|---|---|
| Advertorial | Ya | Artikel atau konten editorial | Tinggi | Edukasi dan promosi |
| Press release | Tidak selalu | Bahan informasi untuk media | Tinggi pada naskah awal | Mendorong liputan |
| Native advertising | Ya | Menyesuaikan format platform | Tinggi | Awareness hingga conversion |
| Display advertising | Ya | Banner atau visual iklan | Sangat tinggi | Reach dan traffic |
Advertorial Berbeda dengan Press Release
Press release merupakan informasi resmi yang dikirim organisasi kepada media dengan harapan informasi tersebut dianggap memiliki nilai berita.
Tidak ada jaminan media akan memuatnya secara organik.
Redaksi dapat mengabaikan, memotong, mengubah sudut, meminta wawancara tambahan, atau menulis berita berdasarkan sumber lain.
Markathing juga menjelaskan press release sebagai instrumen media relations yang berfungsi menyediakan informasi resmi agar media dapat mengutip atau mengadaptasinya menjadi berita.
Advertorial bekerja berbeda.
Brand membeli placement.
Ruang komunikasi tersedia berdasarkan kesepakatan komersial.
Karena itu, jika perusahaan membutuhkan kepastian tayang dengan materi yang dapat menjelaskan pesan secara lebih lengkap, advertorial bisa menjadi opsi.
Jika perusahaan memiliki berita yang memang kuat secara jurnalistik, press release dapat menjadi pendekatan yang lebih tepat.
Advertorial Berbeda dengan Native Advertising
Native advertising adalah kategori yang lebih luas.
FTC menjelaskan native advertising sebagai iklan yang memiliki kemiripan dengan berita, feature, review, entertainment, atau materi lain yang berada di sekitarnya.
Advertorial dapat menjadi salah satu bentuk native advertising ketika artikel berbayar mengikuti tampilan dan pengalaman membaca media.
Namun, native advertising juga dapat muncul sebagai sponsored recommendation, social media placement, video, card, atau format lain yang mengikuti platform.
Prinsipnya tetap sama.
Audiens perlu memahami bahwa mereka sedang berinteraksi dengan konten komersial.
Jenis Advertorial
Format advertorial berkembang mengikuti media.
Advertorial Media Cetak
Advertorial cetak umumnya muncul di surat kabar atau majalah.
Bentuknya dapat berupa artikel panjang, feature, profil organisasi, laporan kegiatan, atau halaman khusus.
Format cetak masih dapat relevan untuk audience tertentu seperti stakeholder pemerintahan, korporasi, komunitas profesional, atau pembaca regional.
Pemilihan media perlu mengikuti siapa yang ingin dijangkau.
Bukan sekadar nama medianya.
Advertorial Media Online
Advertorial online saat ini lebih fleksibel.
Artikel dapat dilengkapi foto, video, link, infografis, dan distribusi melalui media sosial.
Brand juga dapat mengukur hasil dengan lebih mudah.
Contohnya page views, click, engagement, referral traffic, dan tindakan setelah membaca.
Artikel digital juga memiliki umur lebih panjang jika tetap tersedia di website media.
Namun, perusahaan perlu mengecek kebijakan setiap publisher mengenai indeks Google, backlink, periode tayang, editing, distribusi sosial, dan reporting.
Advertorial Video dan Media Sosial
Advertorial tidak harus berupa artikel.
Media dan publisher dapat menyediakan branded video, social content, interview, infografis, atau produksi multimedia.
Tirto.id, misalnya, menjelaskan layanan media komersialnya dapat berbentuk artikel, infografis, foto, dan video yang ditayangkan melalui website serta berbagai kanal sosial. Materi tersebut menggunakan penanda tertentu untuk membedakannya dari produk editorial.
Ini menunjukkan bahwa advertorial hari ini lebih tepat dilihat sebagai format branded editorial content, bukan hanya artikel koran.
Contoh Advertorial di Media Indonesia
Praktik advertorial masih dapat ditemukan pada berbagai media nasional.
Advertorial di Kompas.com
Kompas.com memiliki kanal Biz yang secara jelas menampilkan berbagai artikel dengan label Advertorial.
Contoh yang terbit pada Agustus 2026 mencakup konten mengenai BRI, BNI, VinFast, Gajah Mada Plaza, BPJS Kesehatan, dan berbagai institusi lain.
Kompas.com juga membedakan beberapa produk komersialnya.
Advertorial dijelaskan sebagai produk advertisement dengan pendekatan lebih promosi, sedangkan Brandzview menggunakan pendekatan soft selling dan edukatif.
Pelajarannya sederhana.
Bahkan dalam satu publisher, branded content dapat memiliki format dan objective berbeda.
Brand perlu memahami produknya sebelum membeli placement.
Advertorial di detikcom
detikcom juga memiliki kanal advertorial pada beberapa vertical seperti detikNews, detikFinance, detikInet, detikFood, dan detikHealth.
Indeks advertorial detikNews pada Oktober 2026 menampilkan konten dari organisasi dan brand seperti Sido Muncul, Astra, Bank Indonesia, J&T Express, dan berbagai institusi lainnya.
Artinya, advertorial dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Bukan hanya promosi produk.
Corporate program, CSR, edukasi, kegiatan, dan institutional messaging juga dapat menggunakan format ini.
Branded Content di Tirto.id
Tirto.id menggunakan sistem pelabelan yang lebih spesifik dalam kebijakan iklannya.
Konten artikel yang diproduksi Media Servis menggunakan identitas Tim Media Servis. Konten promosi sosial dapat menggunakan penanda seperti #Jeda. Sementara placement siaran pers menggunakan label Info Kini.
Contoh ini juga menunjukkan kenapa perusahaan tidak sebaiknya menyamakan seluruh media placement.
Nama produk, proses editorial, distribusi, dan penanda konten dapat berbeda di setiap media.
Struktur Advertorial yang Efektif
Advertorial yang efektif tetap perlu memberikan alasan bagi pembaca untuk melanjutkan membaca.
Jangan membuka artikel dengan paragraf penuh pujian terhadap brand.
Gunakan struktur seperti berikut.
Headline yang Membawa Relevansi
Headline perlu menjelaskan topik atau manfaat.
Bukan sekadar nama brand.
Contoh kurang efektif
“Brand X Hadir Menjadi Solusi Terbaik Indonesia”
Contoh lebih relevan
“Lima Tantangan UMKM Mengelola Pembayaran saat Bisnis Mulai Berkembang”
Brand kemudian masuk setelah konteks terbentuk.
Pembuka yang Menjelaskan Masalah
Paragraf awal dapat membawa data, situasi, kebutuhan, atau perubahan perilaku.
Pembaca perlu mengetahui mengapa topik layak dibaca.
Isi yang Memberikan Informasi
Berikan insight.
Data.
Contoh.
Penjelasan.
Pendapat ahli jika relevan.
Jangan membuat setiap paragraf berakhir dengan nama produk.
Brand sebagai Bagian dari Jawaban
Produk atau layanan mulai masuk ketika konteksnya sudah jelas.
Hubungkan fitur dengan persoalan yang sudah dibahas.
CTA yang Proporsional
Advertorial dapat ditutup dengan langkah berikutnya.
Mengunjungi website.
Melihat program.
Mendaftar.
Mengunduh materi.
Atau mencari informasi lebih lanjut.
CTA tidak perlu muncul di setiap paragraf.
Cara Membuat Advertorial yang Efektif
Prosesnya dapat dibagi menjadi lima langkah.
1 Tentukan Objective
Tentukan apa yang ingin berubah setelah audiens membaca.
Apakah ingin membangun awareness?
Menjelaskan produk baru?
Membangun kredibilitas?
Mendukung peluncuran?
Menghasilkan traffic?
Objective menentukan bentuk naskah dan media.
2 Pilih Audiens dan Media
Jangan membeli publisher hanya berdasarkan traffic terbesar.
Lihat kecocokan audience.
Kategori.
Geografi.
Kredibilitas.
Format.
Jenis distribusi.
Durasi artikel tersedia.
Brand korporat B2B mungkin memiliki kebutuhan berbeda dari FMCG.
3 Tentukan Angle
Angle menjawab alasan pembaca perlu peduli.
Misalnya perusahaan menawarkan teknologi keamanan siber.
Angle yang lemah
“Perusahaan X Memiliki Layanan Cybersecurity Terbaik”
Angle yang lebih berguna
“Mengapa Human Error Masih Menjadi Celah Keamanan Perusahaan”
Brand kemudian masuk sebagai bagian dari pembahasan.
4 Susun Naskah Sesuai Karakter Media
Advertorial tidak harus meniru bahasa media sampai kehilangan identitas brand.
Namun, naskah perlu nyaman dibaca oleh audience media tersebut.
Gunakan strategi content marketing terpadu untuk memastikan artikel tidak berdiri sendiri. Advertorial dapat dihubungkan dengan landing page, social content, campaign, atau materi penjualan lain.
5 Ukur Hasil
Jangan hanya meminta screenshot tayang.
Tentukan KPI sejak awal.
Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain
- Page views
- Unique readers
- Average engagement time
- Click ke website
- Referral traffic
- Lead atau inquiry
- Social amplification
- Search demand
- Brand mention
- Message recall jika dilakukan riset lanjutan
Tidak semua publisher menyediakan seluruh data tersebut.
Tanyakan reporting sebelum placement disepakati.
Berapa Biaya Advertorial
Tidak ada tarif advertorial yang berlaku sama untuk semua media.
Harga dapat dipengaruhi oleh
- Reputasi publisher
- Traffic dan segmentasi audience
- Kanal atau vertical
- Produksi artikel oleh media atau advertiser
- Penempatan homepage
- Distribusi media sosial
- Video atau visual tambahan
- Durasi kampanye
- Target KPI
- Paket pembelian
Karena rate card dapat berubah, gunakan tarif resmi terbaru dari publisher saat menyusun media plan.
Jangan menggunakan angka dari artikel lama sebagai quotation.
Selain harga, periksa apa yang didapat.
Advertorial murah belum tentu efisien jika audience tidak relevan.
Placement mahal juga belum tentu efektif jika objective sebenarnya dapat dicapai dengan channel lain.
Kapan Bisnis Membutuhkan Advertorial
Advertorial dapat dipertimbangkan ketika perusahaan membutuhkan ruang lebih besar untuk menjelaskan pesan dan menginginkan kepastian placement.
Contohnya
- Peluncuran produk yang perlu edukasi
- Corporate milestone
- Program CSR
- Market entry
- Product education
- Thought leadership berbayar
- Government atau institutional program
- Campaign yang membutuhkan distribusi melalui media
Namun, advertorial tidak selalu menjadi pilihan terbaik.
Jika perusahaan memiliki berita yang kuat, media relations dan press release dapat menghasilkan earned coverage.
Jika tujuan utama hanya reach cepat, display atau social advertising bisa lebih efisien.
Jika perusahaan ingin membangun aset jangka panjang di kanal sendiri, content marketing dapat menjadi prioritas.
Advertorial bekerja paling baik ketika menjadi bagian dari bauran komunikasi pemasaran.
Bukan channel yang berdiri sendiri.
Markathing sendiri menempatkan Public Relations and Media Strategy, Campaign Strategy, Content Systems, Digital Marketing, dan Reputation Management dalam satu sistem layanan marketing communication.
Kesalahan Umum saat Membuat Advertorial
Terlalu Mirip Brosur
Artikel yang hanya berisi klaim produk membuat pembaca cepat kehilangan minat.
Berikan informasi terlebih dahulu.
Menyembunyikan Sifat Komersial
Advertorial harus transparan.
Di Indonesia, Pedoman Pemberitaan Media Siber secara eksplisit meminta konten berbayar dibedakan dari produk berita.
Salah Memilih Media
Media dengan traffic tinggi belum tentu memiliki audience yang dibutuhkan.
Periksa kesesuaian pembaca.
Tidak Memiliki CTA
Artikel dapat dibaca banyak orang tetapi tidak memberikan arah berikutnya.
Sesuaikan CTA dengan objective.
Tidak Mengukur setelah Tayang
Placement bukan akhir pekerjaan.
Lihat hasil dan bandingkan dengan media, angle, serta format lain.
FAQ Advertorial
Apa Itu Advertorial
Advertorial adalah iklan berbayar yang dikemas seperti konten editorial. Bentuknya dapat berupa artikel, feature, wawancara, video, atau format branded content lain.
Apa Itu Iklan Advertorial
Iklan advertorial adalah iklan yang menggunakan pendekatan naratif dan informatif sehingga pengalaman membacanya menyerupai konten editorial.
Materinya tetap perlu diberi penanda sebagai konten berbayar.
Apa Perbedaan Advertorial dan Berita
Berita diterbitkan berdasarkan keputusan editorial media.
Advertorial memiliki hubungan komersial karena placement dibayar advertiser.
Apakah Advertorial Sama dengan Press Release
Tidak.
Press release adalah bahan informasi resmi yang dikirim kepada media.
Advertorial adalah placement berbayar yang memberi kepastian ruang publikasi sesuai mekanisme media.
Apakah Advertorial Termasuk Native Advertising
Advertorial dapat menjadi salah satu bentuk native advertising jika formatnya mengikuti pengalaman dan tampilan konten di media tempat ia diterbitkan.
Native advertising sendiri memiliki bentuk yang lebih luas.
Apakah Advertorial Harus Diberi Label Iklan
Ya.
Pedoman Pemberitaan Media Siber di Indonesia menyatakan isi berbayar perlu diberi keterangan seperti advertorial, iklan, ads, sponsored, atau penanda lain yang menjelaskan sifat iklannya.
Kesimpulan
Advertorial adalah iklan berbayar yang menggunakan format editorial untuk menyampaikan pesan secara lebih panjang, informatif, dan kontekstual.
Kekuatan advertorial berada pada ruang yang dimilikinya.
Brand dapat menjelaskan masalah.
Memberikan data.
Membangun cerita.
Menampilkan narasumber.
Lalu memperkenalkan solusi.
Namun, bentuk editorial tidak mengubah statusnya sebagai iklan.
Advertorial harus transparan dan mudah dikenali sebagai konten komersial.
Bisnis juga perlu membedakannya dari press release, native advertising, dan display advertising.
Press release membuka peluang earned coverage.
Advertorial memberi kepastian paid placement.
Native advertising merupakan kategori format berbayar yang lebih luas.
Display advertising lebih langsung menggunakan visual dan ruang iklan.
Pilihan terbaik bergantung pada objective.
Jika pesan membutuhkan edukasi dan konteks, advertorial dapat bekerja dengan baik.
Jika tujuan hanya mengejar reach, format lain mungkin lebih efisien.
Jika perusahaan memiliki berita kuat, media relations dapat menjadi prioritas.
Karena itu, pertanyaan utamanya bukan apakah bisnis perlu advertorial.
Pertanyaan yang lebih tepat adalah pesan apa yang perlu disampaikan, siapa audiensnya, dan apakah advertorial merupakan format paling efektif untuk membawa mereka memahami pesan tersebut.


