Tak Berkategori

Orang Bukan Beli Barang, Orang Beli DEG-DEGAN

Kalau kamu main TikTok atau Reels belakangan ini, coba perhatiin deh: influencer unboxing blind box selalu ramai. Muka mereka itu lho… kayak lagi nunggu vonis hidup-mati, antara berharap, takut zonk, tapi tetap excited…. Lucunya, penonton ikut kebawa emosi itu.

Terus muncul pertanyaan klasik:
“Kok bisa sih hal sesederhana ini nge-blow up sedalam itu?”

Jawabannya sederhana: Karena rasa penasaran manusia, adalah bisnis yang beneficial.

Penelitian Zhang (2024) sebenarnya cuma menegaskan sesuatu yang sering kita rasakan tapi nggak pernah kita bahas: blind box bikin otak membentuk loop rasa penasaran. Semakin random isi di dalamnya, semakin kita ingin tahu. Dan kalau udah hampir dapat item favorit? Otak malah mendorong kita beli lagi (HSSJ, 2023).

Makanya kalimat ini terasa lumrah:
“Astaga, kurang satu lagi nih koleksinya. Kayaknya beli satu lagi deh.”

Kita tahu ini jebakan…
Tapi, kita tetap klik add to cart

Kalau kamu lihat brand – brand kaya Pop Mart,Tokidoki, Miniso, sampai brand lokal baru, tuh sebenarnya sedang menjual hal yang sama:

  • Anticipation: momen sebelum membuka
  • Dopamine: ensasi setelah tahu hasilnya
  • Community:tempat pamer, diskusi, dan tukar item

Hal itu terasa adiktif bukan karena produknya, tapi karena rasanya.

Blind box bukan sekadar bisnis fisik.
Ini permainan di ranah psikologis dan dilakukan secara elegan.

Era sekarang bukan lagi soal “produk paling bagus yang menang”.
Yang menang adalah yang bisa bikin orang “feeling something”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *